Anda di referensikan oleh AROH
[Pelajari Lebih Lanjut]

Keranjang Belanja

 x 

Keranjang kosong
Menu [klik disini]

Jangan kalian mudah mengkafirkan sesama muslim

"Apabila seseorang mengkafirkan saudaranya maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya"

(HR Muslim)

 

Ibnu ‘Umar radiyallahu'anhu berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam bersabda:

"Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan."

(Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60)

 

"Tidaklah seseorang menuduh orang lain fasiq dan tidak pula ia menuduh orang lain dengan kekafiran kecuali sebutan itu akan kembali kepadanya, apabila orang yang dituduhkan tidak demikian keadaannya."

(HR. Al-Bukhari no. 6045)

 

Abu Dzar radiyallahu'anhu juga menuturkan hal yang sama dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasalam:

"Siapa yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan kekafiran atau ia mengatakan: Wahai musuh Allah, sementara yang dituduhnya itu tidak demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya."

(Shahih, HR. Muslim no. 61)

 

Sesungguhnya perkara Takfir (menuduh kafir seorang muslim) adalah perkara yang sangat berat dan serius, hal ini dikarenakan apabila tuduhan tersebut salah, tidak terbukti, serampangan atau fitnah, maka tuduhan tersebut akan berbalik ke pada dirinya, yang artinya, orang tersebut menjadi kafir tanpa dia sadari.

Di jaman sekarang, perkara Takfir ini memang tidak menggunakan kata-kata langsung, seperti "Kamu kafir" atau "Si A kafir", tapi sengaja dirubah redaksinya, seperti menuduh seseorang sebagai PKI atau dikatakan sebagai keturunan bangsa tertentu (diucapkan dengan tendensius). Apalagi tuduhan-tuduhan ini menggunakan bukti-bukti palsu hasil rekayasa dan imajinasi.

Perkara Takfir ini ramai pada masa Pemilu, baik Pilpres maupun Pilkada. Didukung oleh media sosial, jangkauannya semakin luas dan tak terbendung. Lebih repot kalau fitnah nya berkedok dakwah. Yang kasian mereka yang tidak faham, mereka yang tidak memiliki ilmu akan tersulut emosinya kemudian ikut menyebarkan fitnah tersebut. Tanpa mereka sadari, mereka terjebak pada perkara Takfir ini.

 

 

اللهمإني أعو ذبك من عذاب جحنم ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال

 

"Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnah al masih ad-Dajjal."

(HR.Muslim)

 

Note: Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan arabnya.