Anda di referensikan oleh ARYADI.ARDILA
[Pelajari Lebih Lanjut]

Keranjang Belanja

 x 

Keranjang kosong
Menu [klik disini]

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/semuada1/public_html/shop/plugins/content/myFlickr/myFlickr.php on line 121

Wahai sang pemilik hati, teguhkanlah hati kami di atas agama Mu. Matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah

 





a Hoax - a Hoax    Hoax adalah berita palsu yang sengaja dibuat seolah-olah sebagai berita yang benar. Hoax biasanya berbentuk email peringatan, nasehat palsu, berita bohong atau berita palsu. Hoax dapat beredar di mana saja, melalui media apa saja.  Selain dalam bentuk tulisan, sering juga kita melihat dan mendengar istilah hoax ditemukan dalam bentuk tayangan gambar yang telah direkayasa. Jargon “no pic = hoax” pun saat ini sudah tidak bisa digunakan untuk memvalidasi sebuah berita.  Hoax awalnya di sebar sebagai bahan lelucon atau sekadar iseng, kemudian digunakan sebagai promosi dengan penipuan. Tapi jaman sekarang hoax lebih sering digunakan untuk politik sebagai black campaign untuk menjatuhkan pesaing politik.  Kecepatan dan sifat media sosial yang mudah untuk dibagikan, shareability, berperan besar dalam penyebaran hoax, tanpa disadari pengguna media sosial telah menjadi kaki tangan gratisan pembuat hoax. Hoax yang beredar di media sosial menjadi massive ketika diambil oleh sebuah situs terpercaya atau tokoh masyarakat yang memiliki banyak pengikut.  Di era media sosial seperti sekarang sangat sulit untuk membedakan yang palsu dari fakta, butuh kecerdasan dan kedewasaan bersikap dalam menerima sebuah berita.     "Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya bahwa kebohongan tersebut adalah sebuah kebenaran."  Joseph Goebbelz, - Menteri Propaganda Nazi        Hoax tidak ada dalam Islam     Saring sebelum sharing Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa sesuatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Q.S. Al-Hujarat: 6)     Islam sesungguhnya tidak mengenal hoax secara bahasa, tetapi islam memahami bahwa sebuah kabar / berita tidak selalu benar. Dalam Islam dikenal istilah fitnah, ghibah, dan buhtan. Sebuah kebohongan besar yang sangat merugikan dalam Islam disebut fitnah dan termasuk dalam dosa besar.     “Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”  (Q. S. Al-Hujarat : 12)        “Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu? Lalu Rasulullah menjawab; ‘Menyebut sesuatu yang tidak disukai saudaramu di belakangnya.’ Kemudian Sahabat kembali bertanya; ‘Bagaimana jika apa yang disebutkan itu benar?’ Rasulullah kemudian menjawab; ‘kalau sekiranya yang disebutkan itu benar, maka itulah ghibah. Tetapi jika hal itu tidak benar, maka engkau telah melakukan buhtan (kebohongan besar).”  (H. R. Muslin, Abu Daud, dan At-Tirmidzi)        “Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapakah syaitan-syaitan itu selalu turun? Mereka turun ke tiap-tiap pendusta yang berdosa, yang mendengar sungguh-sungguh (apa yang disampaikan oleh syaitan-syaitan itu) sedangkan kebanyakan beritanya adalah dusta.”  (Q. S. Asy-Syuraa : 221-223)        “Fitnah itu besar (dahsyat) dari melakukan pembunuhan.”  (Q. S. Al-Baqarah : 217)        Ummat Islam sering lupa, fitnah dan ghibah itu tidak hanya ditujukan kepada tetangga, atau orang-orang di sekitar kita, tetapi juga terhadap pemerintah, partai politik, organisasi, atau kelompok masyarakat tertentu juga.        “Kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja.Padahal dia pada sisi Allah adalah besar”  (Q. S. An Nur : 15)        “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”  (Q. S. Al Hujurat : 6)     Dalam Islam yang berdosa tidak hanya mereka yang membuat fitnah, tapi juga mereka yang ikut menyebarkan fitnah. Maka mereka yang menyebar hoax dengan membagikannya di media sosial sama dengan mereka yang menyebarkan fitnah.     HOAX = FITNAH     Lalu apa yang harus kita lakukan?     Jadilah pengguna sosial yang cerdas nan bijak, serta pintar, tampan, bersahaja dan baik hati.      Mudah sebetulnya untuk menghentikan penyebaran hoax, tapi memang harus dimulai dari diri kita sendiri.     Ketika anda menerima sebuah berita, cek dulu kebenarannya, jika tidak yakin, jangan disebar.  Jika anda yakin berita tersebut benar, cek kembali apakah informasi tersebut bermanfaat bagi kita atau orang lain? Jika tidak bermanfaat jangan disebar  Jika anda yakin berita tersebut benar dan bermanfaat silahkan di sebar.  etika anda menerima sebuah berita, cek dulu kebenarannya, jika tidak yakin, jangan disebar. Jika anda yakin berita tersebut benar, cek kembali apakah informasi tersebut bermanfaat bagi kita atau orang lain? Jika tidak bermanfaat jangan disebar Jika anda yakin berita tersebut benar dan bermanfaat silahkan di sebar.        Penutup     Check the facts? Ain't got no time for that :)        :)





Ketika anda menerima sebuah berita, cek dulu kebenarannya, jika tidak yakin, jangan disebar. Jika anda yakin berita tersebut benar, cek kembali apakah informasi tersebut bermanfaat bagi kita atau orang lain? Jika tidak bermanfaat jangan disebar Jika anda yakin berita tersebut benar dan bermanfaat silahkan di sebar.





Isteri adalah hadiah dari Allah  Allah menyuruh kamu menjaganya tetapi sebaliknya, dia yang menjagamu  Bu.... Calon Isteriku Gak Bisa Masak--  Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.  Ibu masak apa? Bisa ku bantu?  Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak sahutnya.  ASYIIIK... Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh...  Iya terus kenapa..? Sahut Ibu.  Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe  Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?  Aku menatap Ibu dengan tak paham.   Lalu beliau melanjutkan, Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri. katanya sambil menyentil hidungku.  Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?   Aku masih tak paham juga.  Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami. kata Ibu.   Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya  Saya makin bingung Bu.   Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah.   Beliau berbalik menatap mataku.  Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan? tanya Ibu.  Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami.   Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku.  Kok sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?  Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu.  Aku hanya diam terpesona.  Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri.  Iya Buu...   Aku mulai paham,   Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri.   Ibuku tersenyum.  Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?  Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga  MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?  Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya.  Jodoh kita adalah Hadiah dari ALLAH  Semoga sahabat bisa segera bertemu dengan jodoh Terbaik Saling Mencintai karena ALLAH  Aaminn :)

 





Kapan bicara dan kapan diam